Kamis, 19 November 2015

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Jakarta, AIS JatengMantan ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan menyerukan kepada pihak-pihak yang mengklaim dirinya sebagai media Islam untuk tidak melupakan lingkungan sekitarnya. Selain mematuhi aturan yang ada, mereka dituntut untuk memperhatikan negara tempat mereka hidup.

Bagir mengingatkan wacana yang digulirkan pun hendaknya tak mengarah pada isu pengubahan sistem negara Indonesia.

Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)


Bagir Manan: Media Islam Tak Boleh Konfrontasikan Islam dengan Pancasila

Tolong jaga, jangan sampai orang mengonfrontasikan Islam dengan Pancasila, katanya dalam forum Workshop Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online, Jumat (21/4) di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

AIS Jateng

Ia sadar bahwa selama ini radikalisme dan berita palsu atau hoax kerap dialamatkan kepada media-media Islam. Citra ini, menurutnya, masih bisa direduksi pelan-pelan dengan cara memperbaiki kualitas media Islam.

AIS Jateng

Hendaknya pers Islam menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu, baik mutu intelektual, mutu ekonomi, mutu sosial dan tentu saja mutu keagamaan kita. Jadi jika agama dikatakan rahmatan lil alamin, (jargon itu) betul-betul riil, paparnya.

Menurut Bagir, pers lebih dari sekadar penyampai informasi. Pers juga memiliki fungsi pendidikan, pembentuk atau pengarah opini publik.

Mantan ketua Dewan Pers Indonesia selama dua periode ini juga mengingatkan kepada media-media Islam bila memang benar-benar dimaksudkan sebagai lembaga pers untuk memenuhi standar profesionalisme.

Standar-standar pers yang baku harus kita perhatikan, cek dan ricek, cover both side, dan sebagainya, tutur Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008 ini.

Terkait media daring yang menjamur sekarang ini, ia berpendapat ada penurunan kualitas khususnya berkenaan dengan tingkat akurasi. Mungkin karena memprioritaskan kecepatan tayang, media online sering tak mengindahkan tingkat validitas isi berita. Kelemahan lain juga ada pada manajemen yang cenderung tidak bagus.

Tanggung jawab juga bisa rendah. Padahal, satu kali berita muncul, seseorang bisa sudah jadi korban atau diuntungkan, jelasnya.

Lokakarya ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan diikuti sejumlah perwakilan media-media Islam, baik elektronik, cetak, maupun daring. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77230/bagir-manan-media-islam-tak-boleh-konfrontasikan-islam-dengan-pancasila

AIS Jateng

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs AIS Jateng sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik AIS Jateng. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan AIS Jateng dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock