Boyolali, AIS Jateng. Zaman dahulu, sepasang kakak-beradik keturunan dari Kerajaan Majapahit yang bernama Muizin dan Muizah tiba di daerah Boyolali. Mereka adalah para penyebar Islam yang berkelana ke pondok-pondok pesantren dan menyebarkan agama Islam di wilayah sekitar Boyolali.
Perjuangan mereka tidak sia-sia, sampai sekarang banyak warga di daerah Mojosongo khususnya yang banyak memeluk agama Islam, bahkan di daerah tersebut juga banyak pesantren yang berdiri.
| Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah
Maka tak heran, bila setiap tahunnya warga dari empat dusun, yakni Karang Duren, Karang Andong, Pakis Taji, Karang Nongko dan juga dari daerah lain, memperingati acara haul kedua penyebar Islam itu.Tahun ini, acara haul diselenggarakan pada Sabtu malam (8/6) lalu, di kompleks makam Sono Lurus Dusun Karang Duren, Desa Methuk, Mojosongo, Boyolali. Ratusan warga dari berbagai dusun itu hadir di tempat itu untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa menyebarkan Islam.
AIS Jateng
Menurut sejarah, makam ini merupakan makam kakak beradik putra dari Kerajaan Mjapahit, yang diusir keluar kerajaan karena memeluk agama Islam kata Prihantono, salah satu panitia.Acara yang dipimpin KH Ali Mahfud itu, diisi dengan pembacaan yasin, zikir, tahlil dan doa bersama. Selain mendoakan keduanya, warga juga berdoa agar tetap dalam lindungan Allah dan diberi keselamatan dunia akhirat serta limpahan rejeki yang halal dan barokah.
AIS Jateng
Redaktur : Abdullah AlawiKontributor : Ajie Najmuddin
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45076/kisah-penyebar-islam-muizin-dan-muizah
AIS Jateng

EmoticonEmoticon