Way Kanan, AIS Jateng. Selain sebagai mahkluk utama dikaruniai akal dan pikiran, manusia juga merupakan mesin penghasil sampah. Bagaimana aparatur penegak hukum menilai hal tersebut? Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung AKBP Harseno menegaskan, menjadi manusia bermanfaat adalah pilihan.
"Selama di bumi ada manusia, selama itu pula akan ada sampah. Tantangannya adalah, bagaimana membuat sampah mempunyai nilai ekonomi daripada membuatnya mencemari bumi, dan itu merupakan hal mulia. Itulah salah satu jalan dan pilihan menjadi manusia bermanfaat," kata Kapolres di Blambangan Umpu, Jumat (19/2/2016).
| Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan
Ia mencontohkan, sisa makanan seperti kulit kacang yang merupakan sampah organik bisa diolah menjadi sampah untuk pupuk. "Termasuk batang pisang dicacah kemudian dicampur kotoran sapi dan pengurai, maka akan menjadi pupuk organik. Kakak saya di Jawa melakukan hal tersebut," ujar Kapolres didampingi Kapolsek Blambangan Umpu AKP Suwandhi.Sekitar 25 komunitas dengan kurang lebih 1000 relawan dikolaboratori PC GP Ansor Way Kanan akan terlibat aktif memungut dan memilah sampah ditemukan di jalan kemudian dikumpulkan dalam kantung sesuai jenisnya dengan berjalan kaki atau bersepeda menuju Monumen Ryacudu.
AIS Jateng
Aksi itu merupakan gerakan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Diikuti sejumlah komunitas di 31 provinsi. Di Way Kanan, kegiatan tersebut bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020."Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Polres ambil bagian dalam aksi itu, sejumlah polisi wanita atau Polwan, anggota dari Sabhara dan Satlantas akan ikut serta, berjalan kaki dari gedung pemuda menuju Monumen Ryacudu dipimpin Kasat Binmas," ujar Kapolres lagi. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)
AIS Jateng
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65879/menjadi-manusia-bermanfaat-adalah-pilihanAIS Jateng

EmoticonEmoticon