Senin, 30 Desember 2013

Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik

Tuban, AIS Jateng. Dalam rangka meningkatkan kualitas majalah pondok pesantren, sejumlah santri Mambaul Futuh Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggandeng wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban untuk menggelar diklat jurnalistik di Aula pondok pesantren setempat.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (2/9) ini diikuti sebanyak 30 santri. Mereka disuguhi beberapa materi di antaranya dasar-dasar jurnalistik, teknik reportase atau wawancara secara profesional, tehnik menulis berita dan sekaligus praktek menulis berita. Tidak hanya itu, di sela-sela materi berlangsung narasumber juga melakukan evaluasi pada majalah yang dimiliki dan diterbitkan oleh pesantren tersebut.

Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)


Santri Mambaul Futuh Tuban Tingkatkan Mutu Jurnalistik

Pengasuh dan Pengajar Pesantren Mambaul Futuh Jenu, Tuban, Ustad M. Arifuddin saat dikonfirmasi mengatakan, sejatinya kegiatan diklat jurnalistik ini sebagai sarana belajar dalam rangka meningkatkan kualitas majalah di pesantren. Dengan digembelengnya seluruh jajaran kru majalah pesantren, diharapkan bisa membenahi majalah yang saat ini sedang digarap dan diterbitkan pesantren. Sehingga kedepan majalahnya tersebut bisa berkembang lebih bagus dan profesional.

AIS Jateng

"Kami sudah lama punya majalah, namanya Risma, mudah-mudahan dengan melalui diklat ini ada pembenahan jajaran majalah yang kami punya. Sehingga majalah Risma ini semakin berkembang lebih baik," kata pria yang juga sebagai Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) Tuban ini.

AIS Jateng

Dikatakannya, diklat juranalistik terebut diharapkan bisa memberikan pemahaman ilmu jurnalis kepada para santri. Meski saat ini masih berstatus santri, namun hal itu dianggap waktu yang tepat untuk belajar jurnalistik. Karena seiring perkembangan zaman, media sangat dibutuhkan masyarakat luas.

"Tugas santri itu mengaji, tetapi juga boleh belajar tentang ilmu jurnalis. Hal itu dilakukan karena saat ini masyarakat butuh yang namanya media. Lebih baiknya lagi bila santri disini bisa mempraktekkan sebagai seorang jurnalis tambah lebih bagus. Kami juga yakin, jika santri disini ada yang jadi jurnalis, insaAllah akan menjadi seorang jurnalis yang baik, sebab sudah punya bekal ilmua agama," tambah pria jebolan pesantren Alfalah Ploso, Kediri ini.

Sementara itu, pihak RPS Tuban melalui sekretarisnya Dion Fajar menyampaikan, institusinya tersebut bakal siap berbagi ilmu jurnalistik pada siapapun termasuk santri pondok pesantren. Selain itu, RPS bakalan siap membina jika dimintai bantuan untuk membantu keberlangsungan penerbitan majalah itu. Akan tetapi bantua yang diberikan berupa tehnik penulisan, layout maupun menejemen keredaksian.

"InsyaAllah siap jika diminta bantuan, karena disini juga banyak wartawannya," ungkap Dion (Suwandi/Mahbib)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54241/santri-mambaul-futuh-tuban-tingkatkan-mutu-jurnalistik

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs AIS Jateng sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik AIS Jateng. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan AIS Jateng dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock