Selasa, 09 Agustus 2011

Salah Dengar Instruksi Kiai

Di sela rutinitas menyapu halaman ndalem, seorang santri tiba-tiba dipanggil Kiai Latif. Nak, kemarilah! Serunya dengan suara lirih dan berat. Maklum, Kiai Latif sudah sepuh, suaranya pun terdengar berat.

Si santri yang mendengar suara itu, langsung menunduk dan menghampiri kiainya dengan setengah berlari. Namun, sebelum si santri berada tepat di depan Kiai Latif, suara Kiai Latif terdengar kembali. Tolong carikan cangkul.

Salah Dengar Instruksi Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Dengar Instruksi Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)


Salah Dengar Instruksi Kiai

Si santri yang sendiko dawuh tak berani bertanya kembali kepada Kiai Latif. Ia langsung pergi mencari ketua pondoknya, Kang Fathul. Pikirnya, ia yakin mbah kiai ada keperluan penting dengan Kang Fathul.

Si santri yang tak ingin membuat kiainya menunggu lama, berlari menuju kamar pengurus. Dengan napas terengah-engah ia temui Kang Fathul yang sedang mengaji Al-Quran di kamarnya.

AIS Jateng

AIS Jateng

Kang, kang, jenengan dipanggil yai, panggil si santri dari depan kamar. Kang Fathul yang mendengar pun langsung menjawabnya Ada apa, Kang, Mbah Yai manggil saya?

Tidak mengerti, Kang, sepertinya penting. Cepet, Kang, seru si santri. Karena mendapat perintah cepat, Kang Fathul pun menutup Al-Qurannya dan segera mengambil sandal menuju ndalem kiai. Santri yang memanggilnya tadi pun ikut kembali ke halaman ndalem kiai.

Dari kejauhan, Kiai Latif agak terkejut melihat santri yang disuruhnya datang bersama Kang Fathul, dan tidak membawa cangkul sesuai pesanannya. Ia pun mafhum, santrinya salah mendengar kata-katanya tadi.

Ini Yai, Kang Fathul kata si santri yang mendekat kepada Kiai Latif.

Oh yo cung, matursuwun, terimakasih, jawab Kiai Latif yang tak ingin membuat rasa bersalah santrinya.

Si santri lega tanggung jawabnya tuntas, dan kembali menyapu halaman ndalem kiai. Sementara Kiai Latif dan Kang Fathul terlibat pembicaraan di sebelahnya.

Anu Fathul. Aku tolong carikan cangkul! pinta Kia Latif ke Kang Fathul.

Santri penyapu halaman yang mendengar percakapan itu pun sadar, dan bergumam di dalam hati, Waduh, ternyata yang diminta cangkul, bukan Kang Fathul.

(Aldi Rizki Khoiruddin)

Dari (Humor) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71398/salah-dengar-instruksi-kiai

AIS Jateng

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs AIS Jateng sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik AIS Jateng. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan AIS Jateng dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock