Setelah menelusuri jejak sejarah Sultan Maulana Hasanuddin Raja Banten I anak dari Sunan Gunung Jati (Syarif Hidatullah) di Banten Lama Kota Serang, para mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta menuju daerah Kabupaten Pandeglang dimana terdapat jejak sejarah Batu Quran peninggalan Syekh Maulana Mansur dan pemandian 11 sumur barokah peninggalan Syekh Demang Lancar, mertua Syekh Mansur yang letaknya sekitar 300 meter dari situs Batu Quran di desa Cikadeun.
Air Batu Quran ini tidak pernah kering sejak abad 15 M, tutur Mashur HN salah satu rombongan.
Sementara itu menurut penuturan warga sekitar, sejarah air Batu Quran berkaitan erat dengan Syekh Mansur. Sejarahnya, sepulang dari naik haji, Syekh Mansur melihat air yang tidak pernah berhenti mengucur. Derasnya air hingga menggenangi daerah sekitar, Syekh Mansur berpikir jika tidak ditutup, maka wilayah ini akan menjadi lautan. Akhirnya beliau tutup dengan al-Quran. Namun al-Quram tersebut menjadi batu sehingga dinamakan Batu Quran, tutur salah satu warga sekitar kepada AIS Jateng beberapa waktu lalu.
Para pengunjung berdatangan silih berganti. Mereka ingin merasakan air suci batu Quran yang diyakini warga sekitar memilki banyak barokah dan dapat menyembuhkan segala penyakit.
| Menelusuri Jejak Batu Quran di Banten (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menelusuri Jejak Batu Quran di Banten
Banyak orang yang telah sembuh dari penyakitnya setelah mandi di kolam air suci Batu Quran peninggalan Syekh Mansur ini, jelas kembali kakek-kakek yang tinggal di tengah sawah tak jauh dari situs Batu Quran ini. (Fathoni/Anam)Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49755/menelusuri-jejak-batu-qurrsquoan-di-banten

EmoticonEmoticon