Minggu, 21 Mei 2017

Kongres Muslimat NU Sesuai dengan Jadual

Jakarta, AIS Jateng. Kongres ke-16 Muslimat NU akan berjalan sesuai dengan jadual, yaitu pada 13-18 Juli 2011 di Asrama Haji Bandar Lampung. Sidang pleno terakhir yang dihadiri oleh steering committee dan organizing committee untuk membahas persiapan akhir digelar di gedung PBNU, Kamis (7/7).

Banyak pengurus dan warga NU menanyakan kelangsungan kongres ini karena bersamaan dengan jadual puncak harlah ke-85 NU yang akan berlangsung pada Ahad, 17 Juli di gelora Bung Karno Jakarta dan dihadiri oleh sekitar 120 ribu massa.

Kongres Muslimat NU Sesuai dengan Jadual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Muslimat NU Sesuai dengan Jadual (Sumber Gambar : Nu Online)


Kongres Muslimat NU Sesuai dengan Jadual

Pertanyaan muncul karena dalam puncak kemeriahan tersebut, badan otonom-badan otonom NU akan turut berpartisipasi dan banyak anggota Muslimat NU yang terlibat di dalamnya. Hal ini tidak akan mengganggu kelangsungan dua acara besar karena yang hadir di Gelora Bung Karno sebagian besar merupakan anggota biasa, bukan pengurus Muslimat NU.

AIS Jateng

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, kongres ini akan diwakili oleh para pengurus inti dari pengurus wilayah dan pengurus cabang, masing-masing empat orang. Meskipun demikian, ia menegaskan, banyak penggembira dari ibu-ibu Muslimat NU yang nantinya turut memeriahkan acara tersebut.

Peserta keseluruhan kongres terdiri dari 2629 orang dari unsur pimpinan pusat, 33 wilayah dan 526 cabang dalam kongres yang mengambil tema Revitalisasi Institusi Layanan Muslimat NU, Hidmah untuk Perempuan Indonesia.

AIS Jateng

Dalam kongres tersebut, terdapat 8 menteri yang diundang untuk menjadi narasumber dan mensinergikan program kementeriannya dengan Muslimat NU. Beberapa pembicara yang direncanakan hadir dalam kongres adalah

Sidang Pleno

1. PBNU dengan tema Mensinergikan Kinerja Badan Otonom NU sebagai Kekuatan untuk Membangun Umat

2. Ketua Mahkamah Konstitusi dengan tema Impementasi Negera Hukum bagi Terwujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

3. Kementerian Agama dengan tema kebijakan Kementeraian Agama RI dalam Pengembangan Institusi Dakwah yang Efektif di Tengah Dinamika Pluralism, Problem Sosial dan Kemiskinan Umat

4. Kementerian Pendidikan Nasional, dengan tema kebijakan Kemenerian Pendidikan Nasional dalam Pembangunan Karakter Bangsa

5. Kementerian Kesehatan RI dengan tema Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam Mensinergikan GO-NGO-SCO (civil Society Organization) untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Balita dalam Percepatan Millenium Development Goals

6. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan tema Kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam Mendorong Lahirnya Kebijakan Ekonomi, Sosial dan Kesehatan yang Berkeseteraan dan Keadilan Jender

7. Kementerian Sosial dengan tema Kebijakan Kementerian Sosial RI untuk Mensinergikan GO-NGO-CSO dalam Menangani Kompleksitas Masalah Sosial Ekonomi Masyarakat dan Implikasinya pada Kehidupan Perempuan dan Anak

8. Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan tema Kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam Meningkatkan Penguatan Kapasitas, Fasilitasi dan Permodalan Koperasi dan UMKM bagi Perempuan

9. Kementerian Pertanian dengan tema Kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam Mewujudkan Swa Sembada Pangan, Khususnya Melalui Sinergi GO-NGO-CSO yang berbasis Perempuan"

10. Kementerian Kehutanan dengan tema Kebijakan Kementerian Kehutanan RI untuk Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan, Khususnya Melalui Maksimalisasi Peran CSO

Bidang ekonomi juga mendapat perhatian lebih, dengan mengundang sejumlah direktur jenderal sebagai pembicara, yaitu

1. Deputi V Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (KUKM) dengan tema Kebijakan Deputi SDM dalam Memberikan Fasilitasi dan Penguatan SDM Koperasi di Indonesia

2. Lembaga Pengembangan Dana Bergulir (Kementerian KUKM RI) dengan tema Peran LPDB dalam Penguatan Permodalan Koperasi, Khususnya Koperasi Perempuan di Indonesia

3. Ditjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Perhutanan Sosial dengan tema Peran Biba Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam Mendorong Proses Rehabilitasi Lahan dan Hutan di Indonesia (Sinergi GO-NGO-CSO)"

4. Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian (Kementerian Pertanian RI) Dengan Tema Peran Direktorat Jenderan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kesejahtaraan Petani Melalui Berbagai Program Peningkatan Produktifitas Pertanian dan Pemberdayaan Ekonomi Petani

Terdapat juga diskusi paralel dengan sejumlah tema, yaitu

A. Pendidikan

1. Dirjen PAUDNI (Kementerian Pendidikan Nasional RI) dengan tema Program Dirjen PAUDNI dalam Pendidikan Anak Usia Dini dan Peningkatan Ekonomi Perempuan Melalui Berbagai Program Kecakapan Hidup sebagai Bagian Peningkatan SDM di Indonesia

2. Dirjen Pendidikan Agama Indonesia dengan tema Program Dirjen Pendis dalam Mendorong Penguatan Kualitas RA dan TPQ Melalui Pelayanan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Sarana Prasarananya

B. Dakwah

1. Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Ri dengan tema Peran PKUB dalam Mendorong dan Memfasilitasi Terwujudnya Harmoni Kehidupan Intern dan Antar Umat Beragama di Indonesia Melalui Pendekatan Kesejahteraan

2. Majelis Ulama Indonesia dengan tema Peran MUI dalam Mensinergikan Organisasi Kemasyarakatan Islam agar Terbangun Ukhuwah Islamiyah secara Substantif melalui Pendekatan Kesejahteraan Umat

3. Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan tema Meningkatkan Peran IT sebagai

Media Dakwah di Lingkungan Muslimat NU

C. Kesehatan

1. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dengan tema Peran BKKBN dalam Mewujudkan Penduduk Berkualitas Melalui Pelayanan KB, BKB, BKR, BKL Berdasarkan UU No 52 tahun 2009 BAb VII Pembangungan Keluarga

2. Pusat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dengan tema Peran Badan Promkes dalam Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita di Indonesia"

Penulis: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32883/kongres-muslimat-nu-sesuai-dengan-jadual

Senin, 24 April 2017

IPNU-IPPNU Karawang Diminta Dorong Bela Negara Masuk Sekolah

Karawang, AIS Jateng. Rais Syuriah PCNU Karawang KH Hasannuri Hidayatullah mengatakan, rata-rata orang sudah lantang menentang masjid-masjidnya mendadak diisi jemaah tertentu dewasa ini. Kemudian juga vokal menentang aliran-aliran yang anti-Pancasila maupun NKRI.

"Paham radikalisme jangan sampai masuk di pelajar. Caranya dengan mendorong kurikulum bela negara di sekolah-sekolah," ujarnya di sela-sela pelantikan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Karawang di Aula Husni Hamid Pemda Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (10/9).

IPNU-IPPNU Karawang Diminta Dorong Bela Negara Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Karawang Diminta Dorong Bela Negara Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Karawang Diminta Dorong Bela Negara Masuk Sekolah

Menurut dia, ada perilaku dan sistem yang tidak dijalankan selama ini sehingga masjid-masjid dan pemahaman bernegara ini lebih dikuasai golongan tertentu. Makanya saat ini, umat Islam Ahlussunnah wal-Jamaah harus dibentengi ilmu. Dengan begitu, aliran-aliran yang non-Aswaja itu akan terkikis dengan sendirinya.

Dia menambahkan di pesantrennya, para santri sudah dibekali pelajaran tambahan yaitu bela negara. Aparat dari TNI dan kepolisian rutin melakukan pembinaan dan materi hukum dan kebangsaan guna memperkuat kecintaan pada tanah air.

AIS Jateng

AIS Jateng

Makanya, IPNU dan IPPNU punya ruang yang jelas untuk mensosialisasikan program dan jaringan kaderisasi. Basis banom NU termuda ini ada di sekolah-sekolah, tambahnya.

Bagi kiai yang akrab disapa Gus Hasan ini, IPNU dan IPPNU terdapat Nahdlatul Ulama di belakangnya. Hal ini merupakan beban tersendiri karena baik dan buruknya organisasi ini, sudah membawa nama ulama yang wajib mencerminkan sikap-sikap para ulama.

Sementara itu, Sekretaris Tanfidziyah PCNU Karawang H Karyan berharap IPNU dan IPPNU memusatkan kegiatan-kegiatan di pesantren-pesantren. "Gerakan IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang harus massif di lembaga pesantren," katanya.

Tentu, kata dia, IPNU dan IPPNU harus pula meluaskan jaringan di sekolah-sekolah umum agar roda organisasi bisa terus berjalan efektif. "Semoga dalam menjalankan tugas 2 tahun kedepan, IPNU dan IPPNU semakin masif sambangi pesantren-pesantren," harapnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71220/-ipnu-ippnu-karawang-diminta-dorong-bela-negara-masuk-sekolah

AIS Jateng

Jumat, 14 April 2017

Terapkan Ujian Terbuka untuk Calon Mutakharijin

Duapuluh tahun bukanlah waktu singkat untuk menjaga sebuah pondok pesantren, mengingat lembaga pendidikan agama tertua itu selalu diidentikkan dengan ketertinggalan dan stigma negatif lainnya. Namun Pondok Pesantren Ath Thohiriyyah, Parakan Onje, Kedungbanteng, Banyumas terus berinovasi menyesuaikan zaman, dengan tetap menjaga tradisi dan kualitas alumni (mutakharijin).

"Konsepnya jelas, menjaga hal baik (tradisi) warisan ulama dan terbuka dengan hal-hal baru yang lebih baik. Al muhafazdatu alal qadimi shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah," kata pengasuh Pesantren, KH Thoha Alawiy Al Hafidz.

Terapkan Ujian Terbuka untuk Calon Mutakharijin (Sumber Gambar : Nu Online)
Terapkan Ujian Terbuka untuk Calon Mutakharijin (Sumber Gambar : Nu Online)


Terapkan Ujian Terbuka untuk Calon Mutakharijin

Dalam perkembangannya, pesantren yang awalnya fokus dengan pendidikan Al-Quran itu terus berbenah dan mengembangkan diri. Di antaranya, mengembangkan model pembelajaran madrasah diniyyah (Madin) dengan spesifikasi keilmuan tenaga pengajar (ustadz) dipertanggungjawabkan.

AIS Jateng

"Dewasa ini, asatidz (dewan guru) beberapa bahkan melibatkan dosen STAIN Purwokerto. Ini juga bagian dari kerjasama dengan lembaga yang peduli pesantren," tambah ulama ahli Al-Quran Banyumas yang karib disapa Abuya tersebut.

Ujian kelulusan terbaru, Madin juga menerapkan sistem munaqasyah atau ujian terbuka, untuk santri kelas akhir. Secara teknis, santri akan diminta membaca kitab kuning, kemudian menjawab pertanyaan dari tim penguji dari Dewan Asatidz.

"Munaqasyah, menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi. Sejauh mana hasil belajar santri dan ustadz. Sekaligus pemanasan untuk santri sebelum terjun ke masyarakat yang multi dinamika," ujar Kepala Madin, Ustadz Rachmat.

AIS Jateng

Santri di Ath Thohiriyyah beberapa di antaranya juga tercatat sebagai siswa dan mahasiswa. Mengingat, lokasi pesantren yang cukup strategis, tidak di tengah kota, juga bukan di pelosok pedesaan. Ada siswa SMAN 3 Purwokerto, MAN 1 dan 2, SMAN 5, SMAN 4, hingga mahasiswa STAIN Purwokerto, Unwiku, STIMIK Amikom dan Unsoed dan lainnya.

Dosen STAIN yang juga Ustadz Madin, Dr Ridwan MAg mengakui Ath Thohiriyyah terus bermetamorfosis. Termasuk dalam hal perkembangan keilmuan. Aneka kegiatan seperti studi banding, pelatihan dan kerjasama dengan lembaga di luar pesantren juga terus dikembangkan.

"Bertahan hingga sekarang dan cenderung berkembang, tentu menjadi bukti, bahwa pesantren Ath Thohiriyyah terus menjawab tantangan zaman. Menjaga tradisi, sekaligus tetap berupaya meningkatkan kualitas," kata pria yang juga Ketua Lakpesdam NU Banyumas.

Saat ini, ada sekitar 200 santri putra-putri yang diasuh Abuya. Infrastuktur, lokal penginapan santri terus ditambah. Masjid di kompleks pesantren dalam tahap rehab. Di luar pesantren, beberapa santri penghafal Al Quran (hafidz dan hafidzah) juga mengukir prestasi, mendapat beasiswa hingga menjuarai lomba.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis : Rujito

Keterangan Foto:

Seorang santri menjalani ujian munaqasyah di aula Madrasah Diniyyah Ath Thohiriyyah

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38698/terapkan-ujian-terbuka-untuk-calon-mutakharijin

AIS Jateng

GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi

Tasikmalaya, AIS Jateng. GP Ansor Tasikmalaya menaruh harapan besar atas penataan struktur pemerintahan di bidang kepemudaan di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. GP Ansor berharap pembaruan struktur ini membuka ruang gerak bagi para pemuda secara intensif dan berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Tasikmalaya melakukan penataan ini dengan memasukan bidang kepemudaan pada dinas pariwisata. Penataan ini direspon positif oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya.

GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Tasik Dorong Pemkab Berikan Pemuda Ruang Ekspresi

Sekretaris GP Ansor Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, dengan adanya Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru pemerintahan daerah untuk kepemudaan bisa memberikan optimisme bagi pemuda untuk terus mengabdi terhadap masyarakat.

Selain itu kami mendorong SOTK baru ini bisa memfasilitasi serta memberikan ruang ekspresi bagi pemuda secara intensif dan berkelanjutan, kata Fahmi di Sekretariat Daerah usai menghadiri sarasehan pembangunan pemuda Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/1).

AIS Jateng

Menurutnya, ekspresi kreatif tentunya bisa membangun nilai tambah bagi pemuda. Yang sangat penting adalah nilai tambah ekonomi agar daya saing pemuda semakin kuat. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

AIS Jateng

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74585/gp-ansor-tasik-dorong-pemkab-berikan-pemuda-ruang-ekspresi

Sabtu, 11 Maret 2017

Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa

Surabaya, AIS Jateng. Selama dua hari (16-17/5), PW Fatayat NU Jawa Timur melangsungkan kegiatan dalam rangkaian harlah yang ke-65 tahun. Kegiatan dipusatkan di jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya yang juga kantor PWNU Jatim.

"Untuk hari ini kegiatan diisi dengan lomba fashion show dengan tema batik, handycraft, artikel, presenter, senam dan bazar," kata Hikmah Fafagih, Sabtu (16/5). Ketua Fatayat NU Jawa Timur ini mengemukakan bahwa untuk seluruh lomba diselenggarakan di kantor PWNU Jatim. Sedangkan khusus untuk bazar produk unggulan ditempatkan di parkir utara kantor tersebut.

Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)


Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa

Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan bahwa tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". Terkait tema tersebut ia menandaskan bahwa Fatayat yang merupakan kumpulan aktivis perempuan muda NU, sadar dengan kelemahan dan kekurangan yang dimiliki. "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata," katanya kepada AIS Jateng.

AIS Jateng

Pun demikian, kita harus sadar bahwa ada sesuatu yang salah dari bangsa ini yang harus dibangun bersam-sama menuju keberadaban. "Karena itu bersama Fatayat NU, mari kita bangun ulang keadaban kita tentunya dengan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," terangnya.

Sejumlah lomba dan kegiatan yang diselenggarakan sebagai wahana bagi kesinambungan kader baru Fatayat NU mendatang. "Kita ingin memunculkan kader penulis, desainer, juga mereka yang sehat," ungkapnya. Demikian juga dengan adanya bazar produk unggulan yang diikuti utusan dari kepengurusan di kabupaten kota se-Jawa Timur, lanjutnya.

AIS Jateng

Kegiatan ini diikuti 37 kepengurusan PC Fatayat NU se-Jatim. "Ada beberapa utusan yang berhalangan datang karena berbarengan dengan kegiatan lain," terangnya.

Prinsipnya, usai kegiatan ini akan ada tindaklanjut terkait lomba yang telah diselenggarakan. "Kita telah mengadakan kerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia atau APPMI agar sejumlah hasil desain perancang muda tersebut bisa dikomunikasikan," kata dosen Universitas Islam Malang ini.

Sedangkan khusus untuk bazar produk unggulan, hal ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga. "Beberapa kali pelatihan keterampilan telah diselenggarakan di sejumlah tempat yang bekerjasama dengan dinas terkait maupun tambahan permodalan hingga terbentuknya koperasi," ungkapnya. Sejumlah pameran produk unggulan yang ditampilkan saat bazar maupun lomba handycraft adalah upaya pemberdayaan ekonomi dan keterampilan tersebut, lanjutnya.

Hari Ahad (17/5) besok, kegiatan terkonsentrasi dalam resepsi harlah. "Insyaallah Menpora, Imamk Nahrawi hadir, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ketua DPRD H A Halim Iskandar dan ketua partai politik dan ormas maupun mitra jejaring fatayat juga akan datang," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59553/fatayat-nu-jatim-ajak-perbaiki-adab-bangsa

Rabu, 15 Februari 2017

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Jakarta, AIS Jateng. Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa mengajak segenap pengurus Muslimat NU untuk menggerakkan dakwah bil mal secara mandiri. Untuk itu ia mendorong pengurus Muslimat NU dan warga Muslimat NU melakukan wirausaha.

Demikian disampaikan Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)


Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Di tegah pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan PP Muslimat NU dan PT Gensei Indonesia, Hj Khofifah menyebut gerakan Nahdlatut Tujjar yang dipelopori oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.

Sebelum NU berdiri KH Abdul Wahab Chasbullah telah menggagas Nahdlatut Tujjar. Hanya saja kita selalu membuat pelatihan dan pendidikan kewirausahaan, tetapi belum maksimal dalam praktik karena kurangnya penataan internal kita sendiri, kata Hj Khofifah.

AIS Jateng

Ia mengajak semua yang hadir untuk mempraktikkan ajaran Islam khususnya soal ekonomi. Penataan ekonomi dan upaya mengorganisasi para wirausahawan dari kalangan Muslimat NU ini untuk meningkatkan kesejahteraan para jamaah majelis taklim Muslimat NU.

AIS Jateng

Di hadapan sedikitnya 70 peserta pendidikan Menteri Sosial RI ini meminta pengurus Muslimat NU dan para ustadzah majelis taklim untuk mendorong jamaaahnya berwirausaha. Peningkatan kesejahteraan individu jamaah akan memberikan berkah bagi majelis taklim dan organisasi Muslimat itu sendiri. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68415/hj-khofifah-ajak-pengurus-muslimat-nu-berwirausaha

AIS Jateng

Senin, 13 Februari 2017

Haul KH Zainal Arifin Thaha, Pesantren Hasyim Asyari Gelar Malam Sastra dan Pengajian Umum

Temanggung, AIS Jateng. Pesantren Mahasiswa Hasyim Asyari Jalan Parangtritis Cabean, Sewon, Bantul akan menggelar Haul Ke-IX KH Zainal Arifin Thaha pada Sabtu-Ahad 26- 27 Maret 2016. Panitia haul membagi peringatan haul ini menjadi dua sesi acara. Pertama dengan mengusung tajuk "Malam Sastra" akan digelar pada Sabtu (26/3) malam. Sementara sesi kedua adalah pengajian umum dan peletakan batu pertama pada Ahad (27/3) pagi.

Panitia haul akan menghadirkan dua budayawan dan esais kondang yang akan memberikan testimoninya. Mereka adalah Bambang Darto dan Muhidin M Dahlan. Sementara pengajian umum akan dihadiri Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta KH Asyhari Abta.

Haul KH Zainal Arifin Thaha, Pesantren Hasyim Asyari Gelar Malam Sastra dan Pengajian Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Zainal Arifin Thaha, Pesantren Hasyim Asyari Gelar Malam Sastra dan Pengajian Umum (Sumber Gambar : Nu Online)


Haul KH Zainal Arifin Thaha, Pesantren Hasyim Asyari Gelar Malam Sastra dan Pengajian Umum

Selain itu sebagai tambahan akan ditampilkan pula beberapa kesenian seperti shalawatan dan whirling dervishes dari Pesantren Maulana Rumi.

AIS Jateng

Kiai Zainal Arifin Thaha wafat pada Rabu 14 Maret 2007. Semasa hidup ia mengasuh pesantren mahasiswa Hasyim Asyari. Ia juga pernah menjadi Ketua PW GP Ansor DI Yogyakarta. Kesehariannya ia mengajar di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kiai yang juga alumnus Pesantren Tebuireng Jombang ini juga masyhur sebagai dai dan penulis produktif. Salah satu bukunya yang terkenal ialah Runtuhnya Singgasana Kiai (terbit 2003) dan Jagadnya Gus Dur (2003).

AIS Jateng

Dalam kata pengantar salah satu karya Kiai Zainal Arifin Thaha Gus Fadhil Bertutur, penyair KH Zawawi Imron menuturkan bahwa Zainal Arifin Thoha adalah orang yang hidupnya bermanfaat bagi dirinya sendiri. Ia juga berusaha untuk bermanfaat bagi banyak orang. Ia kemudian sangat bergairah membagi ilmunya ke orang lain, terutama ilmu karang-mengarang. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66655/haul-kh-zainal-arifin-thaha-pesantren-hasyim-asyari-gelar-malam-sastra-dan-pengajian-umum

AIS Jateng

Selasa, 22 November 2016

Kiai Huda: Zakat Bisa Atasi Ketimpangan Kesejahteraan

Demak, AIS Jateng. Banyaknya kekerasan kelompok ekstrem terjadi antara lain akibat ketimpangan kesejahteraan. Mereka yang tergabung dalam gerakan ISIS kerap kali didorong oleh motif ekonomi dan tergiur gaji yang besar. Untuk mengatasi ini, zakat bisa menjadi solusi dalam memutus peredaran jaringan ekstremisme.

"Kalau orang muslim bisa mengeluarkan zakatnya untuk warga sekitar maka tidak akan ada kesenjangan dan keterbelakangan ekonomi di lingkungan kita," demikian disampaikan Mustasyar NU Demak KH Muhammad Nurul Huda saat menyampaikan kajian kitab Majmuk Syarhul Muhadzab di pesantrennya, Senin (29/6) malam.

Kiai Huda: Zakat Bisa Atasi Ketimpangan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Huda: Zakat Bisa Atasi Ketimpangan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Huda: Zakat Bisa Atasi Ketimpangan Kesejahteraan

Pengasuh pesantren At-Taslim Bintoro Demak ini mengatakan, banyaknya warga negara masuk ISIS kalau ditelisik mayoritas bukan murni ideologi agama mereka yang kuat, melainkan kondisi ekonomi keluarga di bawah rata-rata.

"Mereka masuk ISIS karena ada jaminan dari kelompok mereka akan kesejahteraan keluarganya, makanya daripada sulit cari bekal ekonomi keluarga, mereka mengambil jalan pintas dengan dalih jihad," tambah Kiai Nurul Huda.

AIS Jateng

Menurut cucu mbah Maksum Lasem ini, selain sebagai pemenuhan kewajiban terhadap hukum syariat Islam, zakat justru bisa mengatasi bergabungnya mereka ke kelompok garis keras sehingga ajaran Aswaja bisa terselamatkan oleh zakat yang tersalurkan pada yang berhak terutama fakir miskin tersebut. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

AIS Jateng

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60524/kiai-huda-zakat-bisa-atasi-ketimpangan-kesejahteraan

Minggu, 13 November 2016

Pemkab Jombang Cairkan Anggaran 4,3 Miliar untuk Guru Ngaji

Jombang, AIS Jateng. Pemerintah kabupaten Jombang mencairkan anggaran sebesar Rp 4,3 miliar untuk guru ngaji. Anggaran itu diperuntukkan bagi 8610 guru yang mengajar di 1722 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) yang tersebar di 21 kecamatan.

Kabag Kesra pemkab Jombang, Muhamad Bisri mengatakan, setiap tahun pemerintah mengalokasikan anggaran untuk guru TPQ. Untuk tahun ini dikatakannya, sebanyak 1.722 lembaga yang mendapatkan bantuan.

Pemkab Jombang Cairkan Anggaran 4,3 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Jombang Cairkan Anggaran 4,3 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemkab Jombang Cairkan Anggaran 4,3 Miliar untuk Guru Ngaji

"Setiap lembaga mendapatkan alokasi sebesar Rp 2.500.000 untuk 5 guru ngaji. Jadi masing masing guru mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 ribu setiap tahunnya," bebernya ketika ditemui di kantornya, Kamis( 4/12).

AIS Jateng

Pencairan bantuan untuk guru TPQ ini, dikatakan Bisri, langsung dikirim ke rekening masing masing lembaga. "Dari total TPQ yang terdaftar sebanyak 1.722 lembaga, sampai hari ini yang belum tanda tangan untuk pencairan tinggal 37 lembaga," tandasnya mengatakan.

Di samping pemberian intensif bagi guru TPQ, pemkab juga mengucurkan anggaran untuk para penghafal Alquran atau hafidz. Total anggaran untuk hufadz ini sebesar Rp 967 juta. "Hufadz yang mendapatkan sebanyak 320 orang. Setiap desa satu orang, ditambah koordinator sebanyak 14 orang," imbuhnya.

Diakuinya, pemerintah belum bisa memberikan keseluruhan penghafal Al Quran, karena jumlahnya yang cukup banyak. Dan untuk mendapatkan bantuan itu, para hufadz diwajibkan mengikuti seleksi karena nantinya mereka mendapat tugas membantu imam masjid dan musholla di masing masing desa.

AIS Jateng

"Masing masing hufadz mendapatkan semacam honor sebesar Rp 3 juta setiap tahun sedangkan coordinator yang membawahi dua kecamatan mendapatkan Rp 3,5 juta," bebernya.

Masih menurut Bisri, tugas hafidz di masing-masing desa diantaranya, membina guru TPQ dan imam masjid dan musala serta ikut meramaikan masjid dengan acara semaan Al Quran. "Semoga dana insentif itu semakin menambah semangat para hafidz dalam membumikan Al Quran di masing-masing desa, dan meramaikan kegiatan di masjid dan musholla," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56151/pemkab-jombang-cairkan-anggaran-43-miliar-untuk-guru-ngaji

Senin, 07 November 2016

Kisah Istri yang Curigai Suaminya Selingkuh

AIS Jateng - Setahun sudah kami berumah tangga, kehidupan kami normal-normal saja. Meskipun belum memiliki rumah sendiri, sebagai istri, aku tidak mempermasalahkannya. Meski demikian, kami berusaha menabung setiap bulan agar bisa membeli rumah walau sederhana.

Ketika gaji suami naik dan tabungan terkumpul lumayan, kami memutuskan untuk membeli rumah seadanya. Yang penting bisa ditempati. Itu pun dengan tambahan pinjaman dari kerabat kami. Memiliki rumah sendiri adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Namun, suamiku harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan pinjaman dari kerabat.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Mulai ada yang aneh dengan suamiku. Beberapa waktu lalu ia mengatakan akan lembur untuk mencari uang tambahan agar bisa melunasi pinjaman ke kerabat secepatnya.

Kini tiap hari ia lembur. Dan yang aneh, pulangnya dini hari. Sekitar jam 1 atau jam 2. Yang lebih aneh, begitu ia sampai rumah langsung mandi dan mencuci bajunya. Aku perhatikan beberapa hari, rutin ia lakukan begitu. Sampai di rumah langsung mandi dan mencuci baju. Aku jadi curiga.

Aku mulai mencurigai suamiku, jangan-jangan ia selingkuh. Bagaimana mungkin tiap hari lembur hingga tengah malam bahkan dini hari? Agar tak lama-lama dilanda ketidakjelasan, suatu hari aku pun mendatangi kantornya.

Ternyata benar. Suamiku tidak lembur. Aku pun mengikutinya. Ia menuju ke sebuah restoran barbeque. Dari seberang jalan aku mengatur emosi agar menahan diri.

Tampak suamiku keluar dari kembali dari restoran itu dengan baju putih, lalu ia mulai memanggang daging. Aku jadi ingat dulu suamiku pernah bilang ia suka memanggang daging dan banyak teman yang bilang kalau panggangannya enak.

Tak terasa air mataku menetes. Kuputuskan untuk masuk ke restoran itu dan memperhatikan suamiku lebih dekat. Ia tampak menikmati pekerjaannya namun tetap saja tanda lelah tampak dalam dirinya. Bagaimana tidak, sejak pagi ia telah bekerja di kantor dan kini ia bekerja lagi.

Aku tidak bisa membayangkan, ia melakukan hal ini sampai tengah malam. Air mataku semakin deras.

“Pesan apa, Bu?” tanya seorang pelayan. Aku segera mengusap air mataku. “Segelas air minum saja, dan tolong kasihkan ke bapak yang memanggang daging itu,” pintaku disambut tatapan aneh sang pelayan. Namun ia tetap memberikan minuman itu ke suamiku. Saat suamiku menoleh ke arahku, ia kaget lalu mendatangiku. Aku memeluknya erat dan banjirlah air mataku. “Sayang, bagaimana kau bisa sampai di sini?” tanyanya.

“Aku tunggu Mas pulang kerja ya.”

Malam itu, suamiku menjelaskan semuanya. Dan aku pun meminta maaf telah mencurigainya. “Maafkan aku... Aku melihatmu setiap pulang selalu langsung mandi dan mencuci baju. Rupanya kamu tidak mau tercium asap olehku. Aku sempat curiga kalau kamu memiliki wanita lain. Karena itulah aku mengikutimu.”

“Mana mungkin?” kata suami sambil mencium keningku. “Engkau adalah wanita paling sempurna untukku. Sampai kapan pun tidak ada yang bisa menggantikanmu." [AIS Jateng]

Tahukah siapa nama suami itu? Ternyata Mukidi? Wwkwkw

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kisah-istri-yang-curigai-suaminya-selingkuh.html

Selasa, 01 November 2016

Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi...

Bogor, AIS Jateng. Tiap hari di televisi kita melihat perang terjadi di negara-negara Islam. Itu kadang yang membuat kita bersedih hati. Jika demikian, muncul pertanyaan di mana letak nilai keislaman di situ. Artinya, dibanding di Timur Tengah, Islam Indonesia relatif lebih damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla saat didaulat membuka Halaqah Ulama ASEAN yang dihelat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Hotel Salak The Heritage Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/12) sore.

Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)


Wapres JK: Islam Indonesia Relatif Lebih Damai, Tapi...

Di Asia Tenggara kita lihat tidak ada perang, konflik, peledakan bom seperti banyak melanda negara muslim lain. Artinya, secara umum lebih aman. Karena itu, patut disyukuri tapi tidak berarti gembira. Walaupun ada tapi tidak seperti yang kita lihat secara massal di media cetak maupun elektronik, contohnya Irak dan Iran, ujar Wapres JK mengawali pidatonya.

AIS Jateng

Kenapa Islam Asia Tenggara berbeda, lanjut JK, karena dari sejarahnya memang berbeda dengan di Timur Tengah atau di Afrika secara umum. Dalam sejarahnya, Islam masuk di Indonesia tidak melalui jalur peperangan, tapi jalur perdagangan. Para ulamanya juga tenang dalam menyampaikan ajaran agama.

Para Walisongo dapat berbaur dengan masyarakat melalui pendekatan budaya. Sembilan wali ini mengajarkan Islam dengan lemah lembut. Tidak merubah secara drastis budaya yang ada. Selain itu terdapat banyak kesamaan Islam di kawasan Asia Tenggara, contohnya mulai dari madzhab yang tidak banyak pertentangan, tandasnya.

AIS Jateng

Menurut JK, antara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam tidak banyak memiliki perbedaan dalam aliran keagamaan. Tidak seperti Irak, Afghanistan, yang tiap hari ada bom. Mereka sebenarnya tidak suka dengan kondisi tersebut, ujar Mustasyar PBNU ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Kalla menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengasuh pesantren yang telah mendarmabaktikan segala bentuk pikiran demi kemajuan anak bangsa. Para ulama sangat berperan dalam menjaga adab dan akhlak para santri.

Saya berharap tema ini bukan hanya diseminarkan, melainkan juga dilaksanakan demi keutuhan kita di ASEAN, harapnya.

Pembukaan halaqah para ulama bertema Mengembangkan Islam Moderat melalui Jaringan Pesantren ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Kepala Badan Litbang dan Diklat Abdurrahman Masud, dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Prof Dr Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Jakarta), KH Sholahuddin Wahid (Pesantren Tebuireng Jombang), Prof Dr Iik Arifin Manshurnoor (Guru Besar UIN Jakarta), Prof Dr Abdul Munir Mulkhan, MA (Guru Besar UIN Yogyakarta), Prof Dr Mohd Syukri Yeoh Abdullah (Universitas Kebangsaan Malaysia/UKM), Dr Mohammad Hannan Hassan (MUIS Singapura).

Kemudian, Dr Adnan bin Haji Awang Basa (Collej University Brunai Darussalam), Dr Faishol Haji Awang (Thailand), Dr Carmen Abubakar (University of Philippine), Prof Abdurrahman Masud, PhD (Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag), KH Abdullah Sarwani (Mantan Duta Besar RI di Lebanon) dan KH Najib Zabidi (Pesantren Maslakul Huda Kajen-Pati). (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73761/wapres-jk-islam-indonesia-relatif-lebih-damai-tapi

AIS Jateng

Kamis, 11 Agustus 2016

PCNU Kudus Lepas 242 Calhaj

Kudus, AIS Jateng. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus melepas 242 calon haji di bawah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) di Gedung JHK Kudus, Ahad (25/8). Acara pelepasan yang dikemas halal bi halal ini ditandai dengan pengalungan ridak kepada 6 ketua rombongan (karom).

Wakil ketua PCNU Kudus H Hadziq ZU mengatakan Nahdlatul Ulama melalui KBIHNU akan selalu berusaha menyelenggarakan bimbingan dan pelayanan umat dalam melaksanakan ibadah haji. Hingga kini, jamaah haji KBIHNU secara keseluruhan mulai angkatan pertama sudah mencapai 2.800 orang.

PCNU Kudus Lepas 242 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Lepas 242 Calhaj (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Kudus Lepas 242 Calhaj

Pada tahun 1434 H ini, 242 calhaj yang dilepas tergabung enam rombongan merupakan angkatan yang ke 13, katanya saat sambutan pelepasan.

KBIHNU,katanya, akan mendampingi dan membimbing mulai pemberangkatan dari Kudus yang direncanakan 27 September hingga berada di tanah suci Makkah.

AIS Jateng

Selama di tanah suci ini, KBIHNU telah menyiapkan 6 ketua rombongan dan 6 pembimbing termasuk ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms, imbuh H Hadziq.

Ia menambahkan, NU selalu berusaha memajukan dan memberdayakan ummat. Hal ini sebagai komitmen NU memberikan perhatian sekaligus pelayanan kepada warga Kudus yang 80 persen nahdliyyin.

AIS Jateng

Disamping urusan haji, NU terus mengembangkan program pendidikan, kesehatan dan program penyiaran informasi dan dakwah melalui radio FM, tandas H Hadziq.

Disamping ribuan jamaah haji berbagai angkatan, Halal bi halal dan pelepasan Calon Haji KBIHNU Kudus ini dihadiri juga Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi, Kasi Haji kemenag Kudus H Ahmad Sururi dan jajaran pengurus cabang NU Kudus.

Pada kesempatan itu, Mustayar PBNU menyampaikan mauidhah hasanah dan ditutup dengan tausiyah Habib Noval bin Muhammad Alaiydrus asal Solo.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46653/pcnu-kudus-lepas-242-calhaj

AIS Jateng

Minggu, 07 Agustus 2016

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Sikka, AIS Jateng. Para pengurus GP Ansor kabupaten Sikka bersilaturahmi ke beberapa masjid Magepanda di pinggiran kota di kabupaten Sikka. Silaturahmi inimerupakan bagian dari program GP Ansor Sikka ke setiap masjid di seluruh kecamatan di Sikka.

Momen tanggal 1 Muharram 1437 H adalah langkah awal melakukan gerakan pemuda Ansor yang baru melakukan konfercab beberapa pekan kemarin, kata Wakil Ketua GP Ansor Sika Muhammad Hasrin kepada AIS Jateng, Selasa (13/10).

GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Sikka Turun Silaturahmi ke Warga di Pinggiran Kota

Menurut Muhammad, momen akbar bagi GP Ansor Sikka akan disesuaikan dengan agenda-agenda kalender masehi dan kalender umum. Supaya setiap momen akan dioptimalkan sesuai keadaan. "Walapun kami baru tetapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan GP Ansor yang sekian lama belum kembali ke publik," ungkapnya.

Menurutnya, SDM organisasi yang dimiliki GP Ansor Sikka masih sederhana. Pihaknya masih membutuhkan bantuan koordinasi kepada PW GP Ansor NTT dan PP GP Ansor untuk menyentuh berbagai kegiatan keorganisasian pada momen besar serta berbagai agenda organisasi. Khususnya kegiatan keagamaan di kabupaten Sikka.

AIS Jateng

Hasrin menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan bekerja sama dengan beberapa pengurus masjid di kompleks Magepanda. Hadir dalam kegiatan silaturahmi ini seluruh jamaah masjid di kompleks Magepanda, pengurus Ansor Sikka, dan remaja masjid. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan taushiyah oleh Ketua GP Ansor Sikka Abdul Aziz untuk muslim di sana.

AIS Jateng

Pihaknya berjanji akan berusaha lebih baik lagi dalam mengagendakan kunjungan dan silaturahmi ke setiap masjid. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62786/gp-ansor-sikka-turun-silaturahmi-ke-warga-di-pinggiran-kota

AIS Jateng

Sabtu, 06 Agustus 2016

Pernyataan Sikap Pergunu Jombang tentang BOS dan TPP Madrasah

Jombang, AIS Jateng. Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Jombang menggelar audiensi dengan Kementerian Agama setempat, Jumat (10/7), di Jombang, Jawa Timur.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas antara lain soal senkarut pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) Madrasah.

Pernyataan Sikap Pergunu Jombang tentang BOS dan TPP Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap Pergunu Jombang tentang BOS dan TPP Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pernyataan Sikap Pergunu Jombang tentang BOS dan TPP Madrasah

Dalam kesempatan tersebut, secara resmi PC Pergunu Jombang menerbitkan pernyataan sikap sebagai berikut:

Pernyataan Sikap

AIS Jateng

Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

AIS Jateng

(Pergunu)

Tentang

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah

dan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP)

di Bawah Naungan Kementerian Agama

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pengurus Cabang Kabupaten Jombang, setelah mendengar, mencermati dan mengkaji aspirasi masyarakat pendidikan utamanya para guru/pendidik dan pengelola madrasah (MI, MTs dan MA) khususnya anggota Pergunu Kabupaten Jombang tentang proses pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) Madrasah dan tunjangan profesi pendidik (TPP) di bawah naungan Kementerian Agama pada tahun 2015, maka dengan ini menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keterlambatan proses pencairan BOS Madrasah periode bulan Januari Juni tahun 2015. Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keterlambatan proses pencairan dana TPP guru madrasah dan guru PAI yang berada dibawah naungan Kementerian Agama periode bulan Januari Juni tahun 2015.Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keruwetan dalam regulasi dan sistem administrasi pemberkasan pencairan dana TPP guru madrasah dan guru PAI yang berada dibawah naungan Kementerian Agama periode bulan Januari-Juni tahun 2015 hingga menyebabkan tertolaknya berkas pemberkasan ratusan guru serta menimbulkan keresahan di kalangan guru dan pengelola madrasah di Kabupaten Jombang.

Untuk itu, Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang ;

Mendesak Kementerian Agama khususnya seksi Pendidikan Madrasah dan PAIS untuk segera menyelesaikan persoalan yang menghambat proses pencairan dana BOS dan TPP, sehingga dana BOS dan TPP periode Januari Juni tahun 2015 dapat segera diterima madrasah dan guru paling lambat akhir bulan Juli 2015.Mendesak Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM serta melakukan audit internal terhadap kinerja aparaturnya guna mengantisipati agar kasus yang sama tidak terulang di masa-masa mendatang.Mendesak kementerian agama untuk meninjau kembali seluruh aturan yang berkaitan dengan pencairan dan pelaporan dana BOS dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip birokrasi yang efisien, efektif dan akuntabel serta meringankan beban administrasi pengelola madrasah.Mendesak Kementerian Agama untuk meninjau kembali seluruh aturan yang berkaitan dengan administrasi pemberkasan pencairan dana TPP khususnya yang berkaitan dengan kewajiban mengajar 12 jam pelajaran di satuan pendidikan pangkal (Satminkal) dan kodifikasi rumpun mata pelajaran dengan mengacu pada PP nomor 74 tahun 2008 tentang Guru dan Undang Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.Mendorong Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah agar melakukan koordinasi secara lebih intensif dalam hal perumusan regulasi dan sistem administrasi pencairan dan pelaporan dana BOS dan TPP agar terwujud regulasi dan sistem admnistrasi yang standar dan sama tentang hal tersebut baik bagi kalangan sekolah maupun madrasah. Mendorong Kementerian Agama agar meningkatkan intensitas komunikasi dan memperbaiki sistem koordinasi dengan cara melibatkan seluruh stake holder pendidikan khususnya para guru dan pengelola madrasah dalam hal perubahan regulasi dan sistem administrasi pendidikan serta menghindari perubahan regulasi dan sistem administrasi secara mendadak di tengah-tengah tahun pelajaran.Mendorong Kementerian Agama agar melakukan langkah-langkah kongkrit dan proaktif guna mewujudkan layanan pendidikan yang bersih dan berkualitas serta bebas dari pungutan liar dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) baik di kalangan madrasah, pendidik maupun internal Kementerian Agama.Demikian pernyataan sikap ini dibuat untuk dijadikan maklum dan ditindaklanjuti oleh semua pihak.

Semoga Allah SWT memberikan maunah dan me-ridho-i perjuangan kita dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkualitas dan terjangkau menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Wallahu al-muwaffiq ila aqwaami at-thoriq

Jombang, 10 Juli 2015

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)

Pengurus Cabang Kabupaten Jombang

Ketua Sekretaris

ttd ttd

AHMAD FAQIH, SP. YUSUF SUHARTO, S.Ag., M.PdI.

Pernyataan sikap ini disampaikan kepada YTH.;

Menteri Agama Republik Indonesia

Cq. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jombang

Tembusan disampaikan kepada YTH;

1. DPR RI cq. Ketua DPRD Kabupaten Jombang

2. Bupati Kabupaten Jombang

3. Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang

4. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama cq. Ketua PC NU Jombang

5. Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)

(Red: Mahbib Khoiron)

PERNYATAAN SIKAP

PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA (Pergunu)

PENGURUS CABANG KABUPATEN JOMBANG

Tentang

DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) MADRASAH

DAN TUNJANGAN PROFESI PENDIDIK (TPP)

DI BAWAH NAUNGAN KEMENTERIAN AGAMA

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pengurus Cabang Kabupaten Jombang, setelah mendengar, mencermati dan mengkaji aspirasi masyarakat pendidikan utamanya para guru/pendidik dan pengelola madrasah (MI, MTs dan MA) khususnya anggota Pergunu Kabupaten Jombang tentang proses pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) Madrasah dan tunjangan profesi pendidik (TPP) di bawah naungan Kementerian Agama pada tahun 2015, maka dengan ini menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keterlambatan proses pencairan BOS Madrasah periode bulan Januari Juni tahun 2015.

2. Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keterlambatan proses pencairan dana TPP guru madrasah dan guru PAI yang berada dibawah naungan Kementerian Agama periode bulan Januari Juni tahun 2015.

3. Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya keruwetan dalam regulasi dan sistem administrasi pemberkasan pencairan dana TPP guru madrasah dan guru PAI yang berada dibawah naungan Kementerian Agama periode bulan Januari Juni tahun 2015 hingga menyebabkan tertolaknya berkas pemberkasan ratusan guru serta menimbulkan keresahan di kalangan guru dan pengelola madrasah di Kabupaten Jombang.

Untuk itu, Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Jombang ;

1. Mendesak Kementerian Agama khususnya seksi Pendidikan Madrasah dan PAIS untuk segera menyelesaikan persoalan yang menghambat proses pencairan dana BOS dan TPP, sehingga dana BOS dan TPP periode Januari Juni tahun 2015 dapat segera diterima madrasah dan guru paling lambat akhir bulan Juli 2015.

2. Mendesak Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM serta melakukan audit internal terhadap kinerja aparaturnya guna mengantisipati agar kasus yang sama tidak terulang di masa-masa mendatang.

3. Mendesak kementerian agama untuk meninjau kembali seluruh aturan yang berkaitan dengan pencairan dan pelaporan dana BOS dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip birokrasi yang efisien, efektif dan akuntabel serta meringankan beban administrasi pengelola madrasah.

4. Mendesak Kementerian Agama untuk meninjau kembali seluruh aturan yang berkaitan dengan administrasi pemberkasan pencairan dana TPP khususnya yang berkaitan dengan kewajiban mengajar 12 jam pelajaran di satuan pendidikan pangkal (Satminkal) dan kodifikasi rumpun mata pelajaran dengan mengacu pada PP nomor 74 tahun 2008 tentang Guru dan Undang Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

5. Mendorong Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah agar melakukan koordinasi secara lebih intensif dalam hal perumusan regulasi dan sistem administrasi pencairan dan pelaporan dana BOS dan TPP agar terwujud regulasi dan sistem admnistrasi yang standar dan sama tentang hal tersebut baik bagi kalangan sekolah maupun madrasah.

6. Mendorong Kementerian Agama agar meningkatkan intensitas komunikasi dan memperbaiki sistem koordinasi dengan cara melibatkan seluruh stake holder pendidikan khususnya para guru dan pengelola madrasah dalam hal perubahan regulasi dan sistem administrasi pendidikan serta menghindari perubahan regulasi dan sistem administrasi secara mendadak di tengah-tengah tahun pelajaran.

7. Mendorong Kementerian Agama agar melakukan langkah-langkah kongkrit dan proaktif guna mewujudkan layanan pendidikan yang bersih dan berkualitas serta bebas dari pungutan liar dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) baik di kalangan madrasah, pendidik maupun internal Kementerian Agama.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat untuk dijadikan maklum dan ditindaklanjuti oleh semua fihak.

Semoga Allah SWT memberikan maunah dan me-ridho-i perjuangan kita dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkualitas dan terjangkau menuju indonesia yang adil dan makmur.

Wallahu al-muwaffiq ila aqwaami at-thoriq

Jombang, 10 Juli 2015

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)

Pengurus Cabang Kabupaten Jombang

Ketua

Sekretaris

ttd

AHMAD FAQIH, SP.

ttd

YUSUF SUHARTO, S.Ag., M.PdI.

Pernyataan sikap ini disampaikan kepada YTH.;

Menteri Agama Republik Indonesia

Cq. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jombang

Tembusan disampaikan kepada YTH;

1. DPR RI cq. Ketua DPRD Kabupaten Jombang

2. Bupati Kabupaten Jombang

3. Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang

4. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama cq. Ketua PC NU Jombang

5. Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60794/pernyataan-sikap-pergunu-jombang-tentang-bos-dan-tpp-madrasah

AIS Jateng

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs AIS Jateng sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik AIS Jateng. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan AIS Jateng dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock